Saturday, December 3, 2022

Kronologi keganasan bola sepak: 125 terkorban

Secara Rawak

JAKARTA: Tragedi Kanjuruhan terjadi pasca laga BRI Liga 1 antara Arema FC vs Persebaya Surabaya yang berakhir dengan skor 2-3 pada Sabtu, 1 Oktober 2022. 

Kejadian itu menyebabkan 125 orang meninggal dunia sejauh ini. 

Berikut ialah kronologi yang disusun oleh Tempo.com

  1. Pukul 21.58 (9.58 malam) Waktu Indonesia Barat (WIB) setelah pertandingan selesai, pemain dan pegawai Persebaya Surabaya dari lapangan masuk ke dalam kamar ganti pemain dan dilempari oleh Aremania (Suporter Arema FC) dari atas tribun dengan botol air mineral, air mineral gelas, dan lain-lain
  2. Pukul 10.00 malam, ketika pemain dan pegawai pemain Arema FC dari lapangan berjalan masuk menuju kamar ganti pemain. Aremania turun ke lapangan dan menyerang pemain, pegawai Arema FC. Mengetahui hal tersebut petugas keamanan berusaha melindungi pemain hingga masuk ke dalam ruang ganti pemain.
  3. Selanjutnya Aremania yang turun ke lapangan semakin banyak dan menyerang anggota keselamatan. Kerena Aremania semakin ganas dan terus menyerang anggota keamanan serta diperingatkan beberapa kali tidak dihiraukan. Kemudian anggota keamanan mengambil tindakan dengan menembakkan gas air mata ke arah lapangan, Tribun Selatan (11, 12, 13) dan Tribun Timur (Tribun 6).
  4. Setelah penembakan gas air mata, penyokong  yang berada di tribun berusaha keluar melalui pintu secara bersamaan sehingga berdesakan – desakan, banyak yang tergencet dan terjatuh serta mengalami sesak nafas.

Rombongan tim Persebaya Surabaya keluar dari stadium dengan kenderaan taktis

  1. Pemain Persebaya Surabaya memasuki kenderaan Baracuda dan bergerak meninggalkan Stadium, dengan Pengawalan Sat Lantas, Brimob dan TNI, namun dihadang oleh Aremania dengan melakukan pembakaran Barier Lantas, Pagar dan dua kendaraan roda empat peribadi milik anggota Polri serta Truk Dalmas Sat Brimob.
  2. Selain melakukan pembakaran, Aremania juga melakukan penyerangan terhadap kakitangan pengawalan dengan menggunakan batu, botol dan kayu, sehingga kenderaan rombongan pemain Persebaya tertahan di jalur jalan keluar.
  3. Untuk menghalau orang ramai yang anarkis, dilakukan upaya pembubaran dengan penembakan gas air mata, namun massa tidak mengendahkannya dan  semakin menyerang anggota keamanan. 

Ikuti Facebook Kami

Artikel Terbaru