Friday, August 19, 2022

Apabila Jokowi bertemu Putin di Rusia

Secara Rawak

JAKARTA: Presiden Joko Widodo berkata, Indonesia tidak memiliki kepentingan apa-apa pun dalam perang Ukraina-Rusia. 

Hal itu disampaikannya dalam kenyataan media bersama-sama Presiden Vladimir Putin selepas pertemuan  di Istana Kremlin, Moscow, Rusia, semalam. 

“Saya sampaikan bahawa Indonesia tidak memiliki kepentingan apa-apa pun kecuali ingin melihat perang dapat segera selesai dan rantaian makanan  dan energi dapat segera diperbaiki. Kerana ini menyangkut kehidupan ratusan juta orang, bahkan berbilion-bilion manusia,” tegas Jokowi seperti dilapor Kompas. 

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga mengajak seluruh pemimpin dunia untuk bekerjasama kembali menghidupkan semangat multilateralisme, semangat damai dan semangat kerjasama. 

“Hanya dengan semangat itulah perdamaian dapat dicapai. Terima kasih Presiden Putin, terima kasih,” tambahnya. 

Sebelum itu Jokowi menyampaikan lima perkara yang dibahasnya bersama-sama Presiden Putin. Perkara pertama ialah soal kemanusiaan.  

“Kemanusiaan selalu menjadi prioritas politik luar negeri Indonesia. Perlembagaan Indonesia mengamanatkan bahawa indonesia selalu berusaha menyumbang  bagi terciptanya perdamaian dunia,” jelas Jokowi. 

“Dalam konteks inilah saya melakukan kunjungan ke Kyiv dan ke Moskwa,” jelasnya. 

Perkara kedua adalah tentang penyelesaian damai atas konflik yang berujung perang antara Ukraina dengan Rusia. Jokowi menekankan, ruang dialog juga harus terus dikedepankan.

“Saya telah menyampaikan pesan Presiden Zelensky untuk Presiden Putin. Dan saya sampaikan kesiapan saya untuk menjadi jambatan komunikasi antara kedua pemimpin tersebut,” tegas Jokowi. 

“Yang ketiga, saya tadi banyak berbincang dan menekankan bahawa makanan dan pupuk adalah masalah kemanusiaan. Merupakan kepentingan masyarakat dunia,” ujarnya. 

“Saya sangat menghargai Presiden Putin yang tadi menyampaikan bahawa memberikan jaminan keamanan untuk bekalan makanan  demi kemanusiaan,” kata Jokowi. 

“Saya juga mendukung upaya PBB untuk reintegrasi komoditi makanan dan pupuk Rusia dan komoditi makanan Ukraine untuk memastikan rantaian bekalan dunia tidak terjejas,” jelasnya.

Ikuti Facebook Kami

Artikel Terbaru