Wednesday, September 22, 2021

Indonesia rekodkan lebih 24,000 kes, kini di tangga ke-17 dunia

Mesti baca

JAKARTA: Kerajaan Indonesia secara rasmi melaksanakan pelaksanaan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat di Jawa dan Bali, termasuk di Jakarta dari  3 Julai hingga 20 Julai ini. 

Pengetatan aktiviti masyarakat ini diambil bagi mencegah  penyebaran Covid-19 yang sudah sangat luar biasa dan menyebabkan kemudahan kesihatan lumpuh. 

“Pandemik Covid-19 dalam beberapa hari terakhir berkembang sangat cepat kerana varian baharu yang menjadi persoalan serius di banyak negara,”  kata Presiden Joko Widodo dalam  satu kenyataan seperti dipetik Kompas.com.

 Varian tersebut ialah varian Alpha dari Inggris, Beta dari Afrika Selatan, serta Delta dan Kappa dari India. 

Keempat-empat varian baharu tersebut diyakini lebih mudah menular dan menimbulkan gejala lebih serius daripada varian yang sebelumnya ada. 

Dalam beberapa hari terakhir, penambahan harian pesakit Covid-19  mencapai angka lebih daripada 20,000. 

Indonesia kini berada di tangga ke-17 dunia dari segi jumlah jangkitan dengan merekodkan lebih 2.20 juta kes.

Dalam tempoh 24 jam lalu, terdapat 24,836 kes manakala jumlah kematian 58,995 kes, termasuk 382 kes dalam tempoh 24 jam lalu.

Ini merupakan jumlah tertinggi selama pandemi berlangsung di negara 270 jiwa itu.

Di Jakarta sendiri, penambahan kes harian pasca Ramadan  melonjak dua kali  ganda dibandingkan gelombang sebelumnya pasca-liburan Krismas dan Tahun Baharu. 

Jika untuk gelombang sebelumnya penambahan kes harian adalah dalam lingkungan  4, 000, namun dalam beberapa hari terakhir, angka tersebut melonjak menjadi hingga 8, 000-an kasus. 

Aturan perjalanan jarak jauh PPKM darurat semakin membatasi gerak masyarakat agar penularan virus bisa diredam. 

Syarat atau prosedur untuk melakukan perjalanan jarak jauh atau antardaerah ditambah daripada sebelumnya yang hanya meminta pelaku perjalanan untuk memperlihatkan hasil negatif Covid-19.

Secara Rawak

Artikel Terbaru