Sunday, July 3, 2022

Bunyi terhumbannya pesawat seperti bom

Secara Rawak

JAKARTA: Bunyi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 laluan Jakarta-Pontianak di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, pada Sabtu menggelegar seperti petir dan menggetarkan rumah penduduk di Pulau Lancang.

Menurut Kompas, penduduk Pulau Lancang, pada sekitar pukul 2.40 petang, mengaku terkejut kerena mendengar suara bagaikan petir besar di tengah hujan lebat.

Suara itu bahkan menggetarkan kaca-kaca di jendela rumah penduduk.

“Hari itu hujan campur angin kencang, tiba-tiba ada suara ”duar…” terdengar keras sekali sampai rumah (kaca rumah) bergetar,” kata Junaenah ,40,  warga Pulau Lancang, kepada agensi berita Antara.

Menurut Junaenah lagi, ketika itu, ada masyarakat yang melaut, mencari  kepiting.

Namun kebanyakan warga berada di dalam rumah berlindung dari hujan.

“Selepas mendengar saya  hairan: Ya Allah, suara apa itu, kerena besar sekali seperti bom. Tapi saya dan anak-anak tidak keluar kerena saya kira hanya petir di tengah hujan,” kata Junaenah yang jarak rumahnya dari bibir pantai hanya sekitar 200 meter tersebut.

Akhirnya khabar sebenarnya datang dan tersiar sekitar pukul 4.00 petang di pulau yang masyarakatnya sebahagian besar nelayan itu, setelah ada pengumuman Kementerian Perhubungan bahawa satu pesawat Sriwijaya Air hilang kontak di sekitar perairan Kepulauan Seribu.

Khabar itu juga diperkuat oleh warga lainnya yang kembali dari melaut. Dari khabar yang dibawa nelayan yang melaut, warga Pulau Lancang mengetahui ledakan tersebut berasal dari sebuah pesawat yang mengalami kejadian nahas, jatuh di antara tempat mereka dengan Pulau Laki yang tak berpenghuni,” kata laporan itu.

“Nelayan yang baru pulang memberitahu bahawa di sana (perairan Pulau Lancang-Pulau Laki) ada pesawat yang jatuh. Saya langsung ingat oh mungkin itu yang siang tadi (saat hujan) saya kira petir sangat besar,” ucap Marsu, Ketua Rukun Tetangga Pulau Lancang.

Ikuti Facebook Kami

Artikel Terbaru