Gara-gara dianggap “berisiko memicu kekerasan lebih lanjut” Twitter telah membekukan secara kekal akaun Presiden Donald Trump, lapor BBC Indonesia.

“Keputusan itu dibuat Twitter “setelah melihat secara cermat cuitan terbaru akaun @realDonaldTrump dan konteks peristiwa di sekitarnya”,” katanya.

Sebelumnya, akaun Trump sempat dikunci selama 12 jam.

Twitter kemudian mengatakan akan melarang Trump “secara kekal” apabila dia kembali melanggar aturan platform.

Larangan terhadap akaun Twitter Trump pada hari Jumaat setelah dia mencuit beberapa pesan pada Rabu, yang menyatakan para pendukungnya yang menyerbu Bangunan Capitol sebagai “patriot”.

Ratusan pendukungnya memasuki Bangunan Capitol ketika Kongres AS berusaha mengesahkan kemenangan Joe Biden dalam pemilihan presiden.

Kekerasan yang terjadi kemudian menyebabkan kematian empat orang awam dan seorang  polis.

Menanggapi tindakan Twitter itu, penasihat kanan kempen Trump, Jason Miller, yang dipetik BBC menciap: “Menjijikkan … jika anda tak berfikir mereka akan datang untuk anda berikutnya, anda salah.”

Pada Jumaat, Google juga menangguhkan Parler – saingan Twitter yang semakin popular dalam kalangan para pendukung Trump – dari pengedaran aplikasinya.