MENTERI Luar AS Mike Pompeo pada Rabu mendesak agar Arab Saudi segera mengiktiraf hubungannya dengan Israel.

Setakat ini Emiriyah Arab Bersatu (UEA) dan Bahrain menormalisasi hubungan dengan Israel melalui dokumen Abraham Accords di Rumah Putih.

Pompeo mendesak Arab Saudi mengikuti jejak UEA dan Bahrain itu serta berterima kasih atas bantuan yang diberi dalam menjayakan Abraham Accords.

Sebelum ini, Presiden AS Donald Trump berusaha menormalisasikan hubungan Arab-Israel sebagai pencapaian besarnya sebelum kempen Pilihan Raya Presiden AS berlangsung.

Bagaimanapun, memetik Al Jazeera pada Selasa, Perdana Menteri Palestin Mohammad Shtayyeh mengatakan jika Trump menang penggal kedua, ia akan menjadi bencana bagi rakyatnya dan dunia umumnya.

Shtayyeh mengatakan empat tahun terakhir pemerintahan Trump sangat merugikan Palestin.

“Jika kita akan hidup empat tahun lagi dengan Presiden Trump, tuhan tolong kami, tuhan bantu anda dan tuhan bantu seluruh dunia,” kata Shtayyeh menurut Al Jazeera.

Israel pula terbukti bersetuju mendirikan 2,166 rumah baharu di permukiman seluruh Tebing Barat yang diduduki pada Rabu lepas, kurang sebulan selepas Abraham Accords ditandatangani 15 September.

LSM Peace Now mengatakan rancangan pembangunan berkenaan menandakan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menolak pembentukan negara Palestin dan memberi pukulan ke atas harapan perdamaian Israel-Arab yang lebih luas.