JAKARTA: Sekitar 23 juta orang di pesisir Indonesia dianggarkan bakal menghadapi ancaman banjir laut tahunan pada  2050 akibat penggunaan air tanah berlebihan, konversi kawasan dan perubahan iklim.

“Kenaikan suhu global berimbas pada gunung ais di kutub utara dan selatan, yang mencair dan mendorong kenaikan permukaan air laut,” kata BBC Indonesia.

Merujuk data satelit yang dikumpulkan selama 20 tahun oleh  Institut Teknologi Bandung (ITB), penurunan permukaan air laut di perairan Indonesia dianggarkan sekitar 3 – 8 mm per tahun.

Sementara, anggaran penurunan permukaan tanah diperkirakan lebih drastik, berkisar antara 1-10 cm per tahun.

Bahkan, kata BBC lagi di beberapa tempat, penurunannya mencapai 15-20 cm per tahun.

“Pesisir yang berada di kawasan yang lebih rendah dibandingkan permukaan air laut membuat daerah pesisir semakin rawan akan bencana berupa kenaikan permukaan air laut yang dapat menggenangi daratan yang biasa disebut dengan banjir laut,” jelasnya.

Foto unsw.edu.au