JAKARTA: Wakil Presiden Ma’ruf Amin memuji langkah Presiden Joko Widodo yang meminta barisan  menterinya tetap berada di Jakarta setelah menerima khabar ibunya, Sujiatmi Notomiharjo, meninggal. 

Sujiatmi Notomiharjo meninggal dunia pada Rabu jam 4.45 petang pada usia 77 tahun di Rumah Sakit Slamet Riyadi, Solo, Jawa Tengah.

“Beliau meminta para pembantunya tetap bekerja di Jakarta untuk menghadapi corona, itu sikap yang luar biasa,” kata Ma’ruf  seperti dipetik Kompas. 

Menurut Ma’ruf, apa yang dilakukan Jokowi sangat terpuji dengan memerintahkan menteri  Kabinet Indonesia Maju (KIM) bertahan di Jakarta. 

Padahal, menurut Kompas, arahan itu dikeluarkan pada saat Jokowi tengah mendapatkan cobaan atas meninggalnya ibunya. 

“Saya kira itu sesuatu yang menurut saya sangat terpuji kerana beliau walaupun dalam keadaan yang menerima suasana duka,” katanya lagi.

Jurucakap Presiden Fadjroel Rachman, mengatakan, menteri Kabinet Indonesia Maju diminta untuk tetap di Jakarta dan mengirim doa atas meninggalnya ibunda Presiden Jokowi, Sujiatmi Notomiharjo. 

Menurut Fadjroel, pesan ini disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara (Menseneg) Pratikno. 

“Pak Mensesneg Pratikno mengatakan bahawa agar doa daripada kami semua dari Kabinet Indonesia Maju disampaikan saja dari Jakarta,” kata Fadjroel.

Untuk itu, seluruh jajaran Kabinet Indonesia Maju diminta tidak bertolak ke rumah duka ibunda Jokowi di Solo. 

“Kami diminta agar tetap fokus kepada tugas masing-masing, terutama kami sekarang harus menghadapi masalah Covid-19 ini,” ujarnya.