JAKARTA: Presiden Joko Widodo menegaskan pentingnya membatasi jarak sosial di tengah lonjakan kes jangkitan virus corona di Indonesia yang telah mencapai angka 117 pada Ahad.

“Kesihatan rakyat nombor satu. Yang paling penting saat ini social distancing: bagaimana kita jaga jarak (..) kita kerja dari rumah, belajar dari rumah, dan ibadah di rumah,” kata Jokowi kepada media seperti dipetik BBC Indonesia.

“Inilah saatnya bekerja bersama-sama. Kita ingin ini menjadi sebuah gerakan masyarakat agar masalah ini dapat ditangani dengan maksimum,” ujarnya.

Jokowi juga memberikan wewenang untuk menetapkan status kedaruratan suatu wilayah pada ketua daerah.

“Sebahagian negara besar dan negara kepulauan, tingkat penyebaran Covid-19 ini darjatnya pelbagai antara daerah satu dengan yang lain. Oleh kerana itu saya minta kepada seluruh gabenor, bupati, walikota untuk terus memantau keadaan  daerah dan terus berkonsultasi dengan pakar perubatan dalam menelaah setiap situasi yang ada.

“Setiap daerah dapat menentukan status daerahnya. Siaga darurat atau tanggap darurat bencana bukan alam,” katanya di Istana Bogor seperti dipetik BBC lagi.

Sebelumnya, WHO meminta Indonesia untuk menerapkan sejumlah langkah termasuk menetapkan status darurat nasional di tengah meningkatnya infeksi virus corona.

Hingga Minggu (15/03), sebanyak 117 orang dinyatakan positif virus corona, atau bertambah 21 kasus baru dari sehari sebelumnya.

Jurucakap kerajaan untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto berkata, virus ini terpantau sudah menyebar ke seluruh daerah di Indonesia.

“Kalau kita lihat sebarannya, sekarang sudah melebar. Jakarta, Jawa Barat, Tangerang. Kemudian di Jawa Tengah kita sudah dapat kes di Solo dan Yogyakarta,” ujar Ahmad Yurianto  pada Sabtu.