KUCHING: Kerajaan Indonesia terus mengambil langkah untuk mempercepat pemindahan ibu kota Indonesia

Semalam Presiden Joko Widodo  atau Jokowi meninjau lokasi ibu kota baharu itu di kawasan konsesi Hak Pengusahaan Hutan (HPH) PT ITCI, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara. 

Presiden berkata, ketika  ini kawasan untuk ibu kota baharu telah diputuskan yakni seluas 256, 000 hektar. 

“Dari keluasan tersebut, 56,000 hektar akan dipakai untuk kawasan inti, dengan kawasan pemerintahan seluas 5,6000 hektar,” jelasnya.

“Kira-kira titiknya ada di sini tapi istana ada di mana, kantor ini ada di mana yang menentukan arkitek dan perancangan bandar,” ujarnya.

“Sejauh mata memandang, yang terlihat adalah hamparan bukit-bukit, naik turun, kosong, tiada bangunan,” katanya dalam satu catatan.

Kata Jokowi lagi, setelah desain gagasan diputuskan akan memerlukan waktu enam bulan membuat  reka bentuk lebih terperinci.

“Saya berharap pada pertengahan tahun 2020, pembangunan infrastruktur sudah akan dimulai,” kata Presiden lagi.

Ibu kota baharu yang terletak di Kalimantan-Broneo dijangka turut membawa kesan limpahan sosioekonomi kepada Sarawak dan Sabah.

Dijangka lebih banyak penerbangan langsung dari Kuching dan bandar lain di Sarawak ke ibu kota baharu itu akan diadakan.