Kematian bintang K-pop Goo Hara membuat perbincangan soal perakaman video seks diam-diam atau sex spy cam menjadi panas di Korea Selatan. 

Goo Hara salah seorang bintang perempuan paling terkenal dalam dunia K-pop, bersama-sama kelompoknya, Kara.

Sebelum meninggal dunia, Hara sedang berjuang melawan bekas kekasihnya yang merakamnya tanpa persetujuannya.

“Selama ini kejahatan seksual dengan kamera pengintip mendapat hukuman ringan di Korea Selatan, padahal ini adalah salah satu yang paling sering ditemukan di sana,” lapor BBC Indonesia.

Setidak-tidaknya ada 11,200 kes seperti ini dilaporkan kepada polis dalam dua tahun terakhir.

Para aktivis antikejahatan seksual digital yakin bahwa angkanya lebih besar lagi, tetapi banyak yang terlalu takut untuk melapor kepada polis.

Kata BBC lagi, sebuah petisyen dibuat di Korea Selatan, menuntut agar pelaku pelecehan seksual dan kejahatan dengan kamera pengintip dijatuhi hukuman lebih berat.

Pada Ogos tahun ini, bekas kekasih Hara, Choi Jong-bum, didapati bersalah oleh pengadilan dengan dakwaan penyerangan fizikal, intimidasi, pemaksaan dan perusakan properti. 

Dia  dihukum 18 bulan, dengan penundaan.

Sebulan kemudian, Hara mendakwa Choi dengan tuduhan pemerasan dengan cara mengancam untuk menyebarkan video seks mereka berdua.

“Pengadilan menyatakan rakaman video seks itu dibuat tanpa sepersetujuan Hara, tetapi karena mereka masih berhubungan, pengadilan menyatakan Choi tak bersalah dalam soal rekaman itu,” kata BBC lagi.

Para peminat Hara yakin bahawa bintang pujaan mereka itu dikecewakan oleh keputusan pengadilan.