JAKARTA: Pertembungan antara Indonesia dan Malaysia pada babak penyisihan Kumpulan G Kelayakan Piala Dunia 2022 bakal jadi pertaruhan harga diri dengan atau tanpa pelatih Simon McMenemy, lapor CNN Indonesia.

Perlawanan itu akan berlangsung di Stadium Bukit Jalil, Selasa ini.

“Ini akan menjadi duel sarat gengsi meski Indonesia punya peluang tipis untuk lolos,” kata laporan itu

“Di samping misi berat tersebut, Indonesia harus menghadapi masalah dalaman. Yakni, pemecatan Simon dari kerusi pelatih sebelum pertandingan digelar.

Masalah bertambah rumit usai PSSI mengumumkan pemutusan kerja dengan Simon, pekan lalu. Karena, di sisi lain pelatih asal Skotlandia itu diminta tetap menangani skuat Garuda di Bukit Jalil,’ katanya.

Simon berhak menolak mendampingi Timnas Indonesia setelah pemutusan kontrak kerja dengan PSSI.

“Pelatih profesional sekaliber Jurgen Klopp atau Pep Guardiola pun kemungkinan bakal menolak bekerja setelah pemutusan kontrak. Psikologis mereka tentu akan mengalami guncangan hebat,” katanya lagi.

“Tak ada gunanya PSSI ‘mengemis’ kepada Simon untuk memimpin skuat Indonesia melawan Malaysia. PSSI sudah melakukan kesilapan besar dengan mengumumkan pemecatan sang jurutaktik,” katanya.

Kata laporan itu, lebih elok jika PSSI mendepak Simon setelah perlawanan Indonesia-Malaysia digelar.

“Itu merupakan keputusan lumrah terjadi di sepak bola,’” ujarnya.

Pengumuman pemecatan jabatan sebelum pertandingan dan tetap meminta si pelatih bekerja, adalah keputusan tak lumrah, tidak beretika, dan terkesan tanpa pikir panjang, katanya lagi.

Maka, jelasnya, tak hairan kalau Simon tidak bernafsu lagi mendampingi Timnas Indonesia. Konsentrasi mantan pelatih Bhayangkara itu juga tidak akan 100 persen jika pada akhirnya bersedia duduk di bangku pelatih.

“Tanpa dipecat sekalipun, psikologis Simon jelas-jelas sudah terganggu. Sebab, peluang Indonesia lolos dari babak kualifikasi teramat kecil,” katanya.

‘Desakan pemecatan Simon bahkan sudah menggema sejak jauh-jauh hari. Tagar ‘Simon Out’ sudah bermunculan di dunia maya usai Indonesia kalah 2-3 dari Malaysia di laga perdana Grup G,” katanya..

Kekecewaan peminat dan penyokong Indonesia bertambah besar setelah Garuda kembali takluk saat menjamu Thailand di Stadium Gelora Bung Karno. Apalagi Evan Dimas dkk kalah 0-3 dari Thailand.

“Kekesalan penyokong semakin berlipat ganda setelah Timnas menderita kekalahan 0-5 dari Uni Emirat Arab dan menyerah 1-3 dari Vietnam,” kata CNN lagi.

Empat kekalahan beruntun membuat Indonesia terjerembab di posisi buncit tanpa perolehan angka. Sementara Thailand dan Vietnam yang mengemas tujuh poin, berada di peringkat pertama dan kedua.

Sedangkan UEA dan Malaysia harus puas menempati kedudukan ketiga dan keempat.
Meski jarang berprestasi baik di level ASEAN dan Asia, pertemuan Malaysia vs Indonesia selalu menjadi sorotan media. Rivalitas dua negara tetangga tersebut juga merambah hingga melibatkan suporter.

Konflik kedua suporter bahkan mulai meruncing di dunia nyata saat Indonesia menjamu Malaysia pada laga perdana Kualifikasi Piala Dunia 2022 yang digelar di GBK, 5 September 2019.