SURABAYA: Terduga muncikari S  dipercayai mendapat keuntungan yang lebih besar dalam kes pelacuran dalam talian membabitkan finalis Putri Pariwisata 2016 berinisial, PA  berbanding tersangka muncikari JL.

Jurucakap polis Frans Barung Mangera mengatakan keuntungan S dalam sekali transaksi bahkan dapat mencecah 40 persen. S kata Barung, adalah muncikari utama dalam jaringan prostitusi online.

“(S) penyedia jasa utama, sangat besar bagiannya. Bahagiannya dia ini adalah 40 persen, sekitar Rp40 juta yang penyedia jasa utama, dapat bayangkan bagaimana dia memfilter jaringan ini dengan penyedia jasa kedua (JL),” ujar Barung di Mapolda Jatim, Surabaya, Selasa, lapor CNN Indonesia, hari ini.

Bahkan, kata Barung, keuntungan yang didapat S ini lebih besar berbanding PA yang disebutnya hanya menerima Rp 25-30 juta, dan muncikari JL yang mendapat jatah Rp 16-17 juta, per transaksi pelacuran.

Padahal dalam praktiknya, muncikari JL yang bekerja lebih banyak. JL adalah orang yang mengurus PA dan kliennya berinisial YW.

“Ia juga yang menghantar PA dari Jakarta, hingga menyediakan hotelnya di Batu, Jatim,” kata CNN lagi.

“Yang bersangkutan (S) menerima sangat besar jauh dibanding dari pada dia yang endorse, publikasikan. Sedangkan yang penyedia jasa kedua hanya menerima Rp 17 juta, saya kira besar juga, tapi lebih besar lagi muncikari pertama (S),” kata Barung menurut CNN lagi.