JAKARTA:  Sejak mantan Ketua Pegawai Eksekutif Gojek Nadiem Makarim dilantik sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan beliau terus disorot media di negara ini.

Mengapa Presiden Joko Widodo atau Jokowi memilih ahli perniagaan berusia 35 tahun menyertai kabinetnya?

Menurut Jokowi Indonesia kini memiliki 17,000 pulau yang di dalamnya terdapat sekolah dari tingkat Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Jokowi menyebut ada sekitar 300 ribu lebih sekolah dengan kurang lebih 50 juta lebih pelajar.

“Berangkat dari fakta itu, Jokowi menilai perlu pengelolaan dengan sistem yang terintegrasi menggunakan teknologi,” katanya beliau seperti dipetik CNN Indonesia

“Bayangkan mengelola sekolah, mengelola pelajar, pengurusan guru yang sebanyak itu dan dituntut oleh sebuah standard yang sama. Nah, kita diberi peluang setelah ada yang namanya teknologi yang namanya aplikasi sistem yang dapat mempermudah dan dapat membuat lompatan,” kata Jokowi.

Lompatan tersebut, jelas Jokowi lagi, akan membuat sesuatu yang sebelumnya belum dapat terlaksana dapat direalisasikan.

“Jokowi percaya Nadiem dapat melakukan lompatan tersebut menggunakan teknologi dan berharap bisa berdampak baik pada kualiti sumber daya manusia (SDM),” kata CNN.

“Beliau sudah bercerita pada saya apa yang akan dikerjakan. Sehingga kita harapkan lompatan kualitas SDM kita nanti betul-betul dapat terjadi. Ada peluang besar ada terobosan untuk melakukan itu,” kata Jokowi yang baru melantik 34 anggota kabinet Rabu lalu bagi memikul tanggungjawab untuk penggal kedua beliau menjadi Presiden.