JAKARTA: Presiden Joko Widodo mengumumkan Kabinet Indonesia Maju semalam dengan meminta kabinetnya supaya bekerja keras, ‘jangan korupsi, menciptakan sistem yang menutup korupsi” dan selalu memeriksa masalah di lapangan.

Kata BBC Indonesia, dalam mengumumkan kabinet di tangga Istana Merdeka, Jokowi meminta para menterinya untuk “orientasi pada kerja nyata…cek masalah di lapangan dan temukan penyelesaiannya.”

“Serius dalam bekerja, yang tidak serius, hati-hati bisa saya lucutkan di jalan,” tegas Jokowi.

Lapor BBC lagi, selepas pelantikan para menterinya dan potret bersama-sama di tangga Istana Merdeka, Presiden Indonesia untuk penggal kedua itu menghampiri para wartawan dan mengatakan “setelah pelantikan, hari ini kita langsung bekerja.”

Ditanya kenapa diberi nama Kabinet Indonesia Maju, Jokowi mengatakan, setelah dalam periode lima tahun lalu berfokus pada “kerja, kerja, kerja, maka pada saat ini “dikerucutkan untuk menghantarkan Indonesia maju.”

Wartawan kemudian bertanya tentang  sasaran seratus hari, Jokowi menegaskan tidak ada sasaran seperti itu.

“Kerana kita melanjutkan daripada sebelumnya,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah ketika ini mengejar defisit neraca perdagangan, defisit transaksi berjalan, serta membuka lapangan pekerjaan. “Kita akan menarik pelaburan sebanyak-banyaknya,” kata Jokowi.

Yang turut  menjadi anggota kabinet ialah pencabar utamanya Prabowo Subianto yang dilantik sebagai Menteri Pertahanan yang disifatkan lebih tahu daripada dirinya dalam bidang berkenaan oleh Jokowi. 

Kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo terdiri daripada sekitar 53 peratus menteri yang dipilih daripada kalangan profesional, turun daripada sekitar 56 peratus daripada susunan rombakan kabinet terakhir yang dilakukan pada Julai 2016.