NEW YORK: Seorang penumpang pesawat  tidak diizinkan menggunakan tandas di kelas perniagaan, lalu mengamuk dan mengancam ingin membunuh juruterbang.

Berdasarkan beberapa sumber dipetik  detikcom, Alaska Airlines dalam penerbangan dari New York menuju ke Los Angeles terpaksa mendarat cemas di Kansas City. 

“Salah seorang penumpang bernama Jwan Curry membuat kerusuhan,” kata laporan itu.

Diduga Curry berasa kesal kerana tidak diizinkan menggunakan tandas  di kelas perniagaan dan ketika itu tandas di kelas ekonomi penuh.

Saat itu, jumlah penumpang yang berbaris di tandas kelas ekonomi mencapai tujuh orang. 

“Sedangkan tandas di kelas perniagaan kosong, tetapi Curry tidak diizinkan menggunakan tandas tersebut,” kata laporan itu lagi.

“Saya tidak peduli berapa wang yang kamu dapat, ini bukan tentang wang,” kata Curry.

Curry lalu mencuba untuk menyerang juruterbang dan mengeluarkan ancaman lisan yang akan membahayakan pesawat, bahkan, dia mengancam ingin membunuh juruterbang.

Seorang saksi mengulang kalimat Curry saat mengancam mereka  di dalam pesawat. 

Curry mengatakan ingin membunuh semua orang di dalam pesawat.

“Aku akan bunuh semuanya, aku akan memukulmu’, itu sangat menakutkan,” kata saksi seperti dipetik media.

Seorang karyawan Alaska Airlines bahkan mengatakan Curry juga berteriak-teriak sampai mengatakan bahawa dia ingin mati, lalu dia menumbuk dinding pesawat.

Setelah mendarat cemas di Kansas City, Curry ditangkap oleh petugas penegak hukum. Sekarang, Curry ditahan di penjara setempat dan dia didakwa mengganggu ketenangan dan membuat keributan yang berlebihan.