SURABAYA: Hadryl Choirun Nisa’a, 25, ditemui tewas di dalam kawasan sebuah kafe, Jalan Raya Cerme, Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Gresik, Jawa Timur, Selasa malam.

Diduga, Nisa dibunuh pengelola kafe yang tak lain ialah kawannya sendiri sejak kecil, SA.

Jurucakap polis Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro berkata seperti dipetik CNN, pengungkapan kes ini bermula daripada sumber masyarakat, pada Selasa sekitar 9.10 malam.

Polis lalu menuju lokasi, di sana ditemukan mangsa sudah tak bernyawa.

Beberapa jam setelah menemukan jenazah Nisa, polis berjaya menangkap pelaku SA, di rumahnya, Banjarsari.

“Setelah itu anggota polis langsung menangkap tersangka SA, warga Desa Banjarsari, di rumahnya,” kata Wahyu, Khamis seperti dilapor CNN.

Menurut polis, kejadian itu bermula saat pelaku berpura-pura meminta tolong mangsa untuk memasukkan kucing ke dalam kandang di area kafe.

Mangsa sempat menolak lantaran waktu sudah petang, namun setelah dibujuk, akhirnya menuruti permintaan pelaku.

Setelah mangsa masuk ke dalam kafe, pelaku pun langsung memeluk korban dari belakang dan mengatakan memerlukan sejumlah wang dan barang milik mangsa untuk melunasi hutang.

Mangsa yang aksi dengan aksi pelaku lalu berontak dan berteriak, pelaku lalu mencekik leher korban hingga terjatuh lemas.

Pelaku kemudian mencekiknya kembali hingga korban kehilangan nyawanya.