Monday, December 5, 2022

Kebakaran hutan di Indonesia ancam Asia Tenggara

Secara Rawak

JAKARTA: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) berkata, jerubu akibat kebakaran hutan di Indonesia  bakal mengancam sebahagian wilayah Asia Tenggara pada minggu-minggu akan datang.

Berdasarkan hasil pemantauan selama dua minggu terakhir (25 Julai- 5 Ogos ) BMKG mengenal pasti terdapat sekitar 18,895 titik panas di seluruh wilayah Asia Tenggara dan Papua.

Timbalan Meteorologi BMKG Mul Yono Rahadi Prabowo seperti dipetik Republika berkata, titik panas tersebut dianalisis oleh BMKG berdasarkan citra Satelit Terra Aqua (LAPAN) dan Satelit Himawari (JMA Jepun).

Menurut beliau, peningkatan jumlah titik panas ini diakibatkan keadaan atmosfera dan cuaca yang relatif kering sehingga mengakibatkan tanaman menjadi mudah terbakar.

“Keadaan tersebut perlu diperhatikan agar tidak diperparah dengan maraknya pembukaan lahan untuk perkebunan dan pertanian dengan cara membakar,” katanya dalam kenyataan media.

Hasil pemantauan BMKG menunjukkan adanya trend titik panas meningkat di berbagai-bagai wilayah ASEAN, terpantau mulai 25 Julai sebanyak 1.,95 titik meningkat menjadi 2,441 pada 28 Julai.

Kemudian, titik panas mulai menurun pada 29 Julai menjadi sebanyak 1,782 titik dan menjadi 703 titik pada 1 Ogos.

“Jumlah titik panas meningkat kembali menjadi 3,191 pada 4  Ogos 2019. Titik panas itu terkonsentrasi di wilayah Riau, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat, bahkan juga terdeteksi di Sarawak (Malaysia), Thailand, Kamboja, Vietnam, Myanmar, dan Filipina,” ujarnya.

Ia menerangkan, pada musim kemarau, pola angin dominan berasal dari arah tenggara. Hal ini mendorong arah penyebaran asap melintasi perbatasan wilayah negara-negara Asia Tenggara.

“Dalam seminggu ke depan (6-12 Ogos 2019) wilayah Indonesia, Brunei Darussalam, Kamboja, Filipina, Thailand, Malaysia, dan sebahagian kecil Myanmar, Vietnam, Laos masuk kategori dijangka sangat mudah terjadi kebakaran,” ungkapnya.

Prabowo menerangkan, ketika ini sebahagian besar wilayah Indonesia dan beberapa wilayah di ASEAN sedang mengalami musim kemarau monsun Australia.

Ikuti Facebook Kami

Artikel Terbaru