JAKARTA: Jakarta menjadi kota urutan kedua di dunia dengan udara paling tercemar.

Data AirVisual menunjukkan udara Jakarta menempati urutan kedua dengan keadaan udara tidak sihat.

Memetik detikcom di AirVisual, pukul 06.10 WIB, Air Quality Index (AQI) Jakarta berada di angka 160.Bermaksud, kualiti udara di Jakarta tidak sihat.

“Peringkat pencemaran ini tidak tetap dan dapat berubah sewaktu-waktu,’ katanya.

AQI merupakan indeks yang menggambarkan tingkat keparahan kualiti udara di suatu daerah. AQI dihitung berdasarkan enam jenis polutan utama, yaitu PM 2,5, PM 10, karbon monoksida, asam belerang, nitrogen dioksida, dan ozon permukaan tanah.

“Rentang nilai AQI adalah 0-500. Makin tinggi nilainya, bererti makin tinggi tingkat polusi udara di wilayah tersebut. Skor 0-5 berarti kualiti udara bagus, 51-100 berarti moderat, 101-150 tidak sehat bagi orang yang sensitif, 151-200 tidak sihat, 201-203 sangat tidak sehat, dan 301-500 ke atas berarti berbahaya,” katanya lagi.

AQI 160 di DKI Jakarta bererti kualiti udara di ibu kota tidak sihat.

AirVisual, katanya menasihati agar kelompok sensitif mengurangi aktivitas di luar ruangan.

“Setiap orang perlu mengenakan masker polusi.
Ventilasi tidak dianjurkan. Pemurni udara perlu dinyalakan apabila udara dalam ruangan tidak sihat,” katanya lagi.

Sebagai kota paling berpolusi di dunia, Jakarta satu tingkat di bawah Kota Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) dengan AQI 162.

Kemudian di urutan ketiga ditempati Kota Kolkata, India dengan AQI 149 udara tidak sehat.

Dilihat detikcom di situs AirVisual, Minggu (4/8/2019), pukul 06.10 WIB, Air Quality Index (AQI) Jakarta berada di angka 160. Artinya, kualitas udara di Jakarta tidak sehat. Peringkat polusi ini tidak tetap dan dapat berubah sewaktu-waktu.

AQI merupakan indeks yang menggambarkan tingkat keparahan kualitas udara di suatu daerah. AQI dihitung berdasarkan enam jenis polutan utama, yaitu PM 2,5, PM 10, karbon monoksida, asam belerang, nitrogen dioksida, dan ozon permukaan tanah.

Rentang nilai AQI adalah 0-500. Makin tinggi nilainya, berarti makin tinggi tingkat polusi udara di wilayah tersebut. Skor 0-5 berarti kualitas udara bagus, 51-100 berarti moderat, 101-150 tidak sehat bagi orang yang sensitif, 151-200 tidak sehat, 201-203 sangat tidak sehat, dan 301-500 ke atas berarti berbahaya.

AQI 160 di DKI Jakarta berarti kualitas udara di Ibu Kota tidak sehat (unhealthy).

AirVisual merekomendasikan agar kelompok sensitif mengurangi aktivitas di luar ruangan. Setiap orang perlu mengenakan masker polusi. Ventilasi tidak dianjurkan. Pemurni udara perlu dinyalakan bila udara dalam ruangan tidak sehat.

Sebagai kota paling berpolusi di dunia, Jakarta satu tingkat di bawah Kota Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) dengan AQI 162. Kemudian di urutan ketiga ditempati Kota Kolkata, India dengan AQI 149