Jokowi: Jangan perlekeh martabat institusi

Foto : Blogspot

JAKARTA: Presiden Joko Widodo atau Jokowi berharap semua pihak tidak merendahkan martabat suatu institusi negara.

Menurut beliau yang dipilih menjadi presiden untuk penggal kedua susulan kemenangan dalam pemilihan 17 April lalu, hal itu tidak baik.

“Ya, jangan inilah, jangan senang merendahkan sebuah institusi ya, saya kira enggak baik,” kata Jokowi seperti dilapor Kompas.

Presiden Jokowi menanggapi pernyataan Ketua Tim Hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Bambang Widjojanto, yang meragukan independensi dan integriti Mahkamah Konstitusi (MK).  

Menurut Jokowi, pembentukan lembaga-lembaga negara yang ada di Indonesia dibentuk dengan sistem ketatanegaraan yang kuat. “Apa pun lembaga yang ada ini dibentuk oleh ketatanegaraan kita, agar memiliki sebuah trust (kepercayaan) dari publik. Jangan sampai direndahkan, dilecehkan seperti itu. Saya kira enggak baik. Ini (berlaku) pada siapa pun, ya,” katanya.

Sebelumnya, Bambang Widjojanto berharap gugatan kubu Prabowo-Sandiaga diproses MK kendati hanya membawa 51 bukti.

Gugatan itu dilakukan susulan rasa tidak puas hati terhadap keputusan pemilihan presiden yang didakwa berlaku kecurangan.

Jokowi meraih sekitar 55 peratus undi berbanding lawannya, prabowo Subianto sekitar 45 peratus undi.

    Bambang menuding pemerintah hari ini sebagai rejim yang korup dan berharap MK tidak menjadi bahagian rejim tersebut.

“Mudah-mudahan Mahkamah Konstitusi dapat menempatkan dirinya menjadi bahagian penting, di mana kejujuran dan keadilan harus menjadi watak daripada kekuasaan, dan bukan justeru menjadi bagian daripada satu sikap rejim yang korup,” kata Bambang seperti dipetik media.

Rusuhan berlaku pada Selasa dan Rabu lalu di ibu kota, membawa lapan orang terkorban dan ratusan lagi cedera.

Sekitar 400 orang perusuh ditahan dan disiasat polis.