Saturday, August 20, 2022

Pulau Jawa dijangka sesak teruk waktu mudik Lebaran

Secara Rawak

JAKARTA:  Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, dijangka mudik massa atau fenomena warga kota balik ke kampung masing-masing akan menyebabkan jalan raya dan lebuh raya keluar dari ibu kota di Pulau Jawa macet teruk.

“Tak hanya kemacetan, Kemenhub juga mengantisipasi potensi adanya kecelakaan lalu lintas,” menurut Direktor Jeneral Perhubungan Darat Budi Setiayadi seperti dipetik Detiknews.

“Kecelakaan lalu lintas terjadi akibat pengemudi kelelahan juga berlaku,” katanya.

“Paling mungkin kecelakaan lalu lintas yang harus diantisipiasi orang dari Jakarta banyak yang mulai lelah ketika di Pekalongan , Semarang sampai ke Jawa Timur di situ mungkin. Jadi nanti harus kita antisipasi masalah kecelakaan lalu lintas, jadi kalau capek harus istirahat jangan dipaksakan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Korps Lalu Lintas Inspektor Jenderal Refdi Andri berkata, operasi Ketupat akan diadakan selama 13 hari.

“Operasi Ketupat akan berlangsung sejak tanggal 29 Mei 2019 dan berakhir tanggal 10 Juni 2019,” ujar Refdi di sini, Khamis.

Jelasnya, jika  melihat apa yang terjadi pada 2018, puncak arus mudik itu ada pada hari ketiga hari raya.

“Kira-kira di tanggal 1 dan 2 Juni 2019, hari Sabtu dan Minggu,” ucapnya.
Pada saat arus balik, waktunya cukup singkat. Setelah hari raya lebaran, hanya ada waktu tiga hari, iaitu pada tanggal 7-9 Jun 2019.

“Mudah-mudahan dengan adanya Operasi Ketupat sampai 10 Juni 2019, saya kira semua optimalisasi pengaturan ini bisa dilakukan dengan sangat baik,” kata Refdi.

Jakarta yang terkenal dengan kesesakan jalan raya dengan kawasan lingkungannya berpenduduk 30 juta dijangka agak lengang pada waktu hari lebaran.

Ikuti Facebook Kami

Artikel Terbaru