Wednesday, December 7, 2022

Ramadan pun berlalu, dan usia kita pun semakin berkurang…

Secara Rawak

PEREDARAN bulan puasa bagi sebahagian manusia merupakan detik gembira kerana beberapa pencapaian dan kemenangan telah diraih.

Namun, hakikatnya umur manusia semakin berkurang.

Di antara yang mengingatkan kita tentang masa ialah kita mengalami perubahan diri yang semakin tua serta menyaksikan sendiri kelahiran generasi baru.

Melalui perkembangan teknologi yang ada, kita mampu menerokai jauh tentang hakikat dan proses kewujudan yang ada.

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu sari pati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan sari pati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kukuh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta yang paling baik. Kemudian sesudah itu, sesungguhnya kamu sekelian benar-benar akan mati. Kemudian sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) pada hari kiamat. (maksud al-Mukminun: 12-16)

Ayat ini memaparkan hakikat manusia ada tanggungjawab dan peranan besar dalam kehidupan.

Ayat ini turut merakam fenomena alam sebagai peringatan yang tertulis di samping hakikat keajaiban alam yang dapat manusia saksikan sendiri.

Angin yang bertiup, awan yang berarak, terbitnya matahari dan mengambangnya bulan, adalah antara keajaiban alam yang sepatutnya menggamit jiwa manusia berakal.

Ia sepatutnya mengingatkan manusia tentang peredaran masa dalam kehidupan mereka dan tidak ada sesiapa pun yang mampu menahan atau merubah perjalanannya.

“Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari malam itu, maka dengan serta-merta mereka berada dalam kegelapan. Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah ia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah ia sebagai bentuk tandan yang tua (bulan sabit). Tidak mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahulii siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.” (maksud Yaasin: 37-40)

Pada diri manusia juga tercatat tanda-tanda perjalanan masa. Kulit yang kendur, mata yang kabur, gigi yang mulai gugur, dan uban yang mulai bertabur.

Perkara ini juga disebut dalam al-Quran, bahkan al-Quran menyebut ada manusia yang dilanjutkan usia sehingga menjadi pikun. Ketika itu, tabiatnya berubah menjadi kurang berakal.

Umumnya manusia maklum, tetapi ramai tidak bersedia menghadapinya. –Sarawakvoice

Ikuti Facebook Kami

Artikel Terbaru