Wednesday, December 7, 2022

Tazkirah Ramadan: Membaca al-Quran tenteramkan jiwa, peroleh petunjuk dan rahmat Allah

Secara Rawak

Al-QURAN ialah wahyu Ilahi yang diturunkan kepada Nabi SAW sebagai penerang, petunjuk dan pedoman serta rahmat kepada manusia.

Al-Quran merupakan mukjizat serta bukti kebenaran risalah Rasulullah SAW.

Al-Quran tetap memancarkan cahaya Allah dan ia mukjizat yang kekal sesuai dengan Nabi SAW sebagai utusan-Nya terakhir untuk manusia akhir zaman.

Membaca al-Quran merupakan rahmat serta mendatangkan ketenangan jiwa.

“Sesungguhnya orang yang selalu membaca Kitabullah dan mendirikan solat serta menafkahkan sebahagian rezekinya yang Kami anugerahkan kepadanya secara diam-diam dan terang-terangan, mereka mengharapkan suatu perniagaan yang tiada merugikan, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari kurnia-Nya, Sesungguhnya Allah Maha pengampun lagi Maha mensyukuri”. (maksud Fathir: 29-30).

Foto : Tanwir.my

Membaca al-Quran mendatangkan ketenteraman, ketenangan, kedamaian dan rahmat Allah akan selalu menyertainya.

Rasulullah SAW bersabda: “Jika ada sekelompok orang yang berkumpul di salah satu rumah Allah untuk membaca dan mempelajari kitabullah, maka akan turun kepada mereka ketenteraman, kedamaian dan dan mereka akan diliputi oleh rahmat serta dikelilingi oleh para malaikat. Dan Allah selalu menyebut mereka sebagai kalangan penghuni langit”. (maksud hadis riwayat Muslim, Ibnu Majah, Abu Daud dan Tirmidzi) Al-Quran ialah kitabullah suci, wahyu Ilahi yang diturunkan Allah kepada Nabi pilihan Muhammad SAW sebagai rahmat dan petunjuk bagi manusia yang mengandungi cahaya rabbani bagi menerangi jalan hidup mereka.

Allah berfirman: “Sesungguhnya al-Quran ini selalu memberi petunjuk kepada jalan yang lurus”. (maksud al-Isra: 9)

“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah Kami turunkan cahaya yang terang-benderang (al-Quran)”. (maksud an-Nisa: 174)

“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhan-mu dan penyembuh bagi pelbagai macam penyakit (yang ada) dalam dada, dan menjadi petunjuk serta rahmat bagi orang beriman”. (maksud Yunus: 57)

Untuk memperoleh hikmah dari turunnya al-Quran, kita perlu memahami nya sehingga mengerti maksud dari setiap ayat yang dikandungnya dengan jalan mempelajarinya.

Allah SWT berfirman: “Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” (maksud al-Qamar: 22)

Ini jaminan mutlak dari Allah Taala yang tidak pernah diberikan kepada kitab sebelumnya, jaminan yang maha tinggi dan sangat berharga, tersirat di dalamnya suatu bimbingan bagi mereka yang menginginkan konsep hidup mapan demi meraih kesejahteraan di dunia dan akhirat.

Rasulullah SAW penerima wahyu Ilahi ini yang mengetahui dengan pasti tentang kebenaran al-Quran.

Mempelajari al-Quran tidak terbatas hanya belajar membaca saja, tetapi termasuk juga memikirkan, memahami, mendalami dan melaksanakan ajarannya.

Firman Allah Taala: “Ini sebuah Kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang yang mempunyai fikiran”. (maksud Shaad: 29)

“Maka adakah mereka tidak memperhatikan al-Quran ataukah hati mereka terkunci?” (maksud Muhammad: 24)

Orang yang paling baik adalah yang mempelajari al-Quran kemudian mengajarnya. Rasulullah SAW bersabda: “Sebaik-baik kamu adalah orang yang mempelajari al-Quran lantas mengajarnya”. (maksud hadis riwayat Bukhari) –Sarawakvoice

Ikuti Facebook Kami

Artikel Terbaru