Sunday, September 25, 2022

Tuduh pegawai PBB teroris, Presiden Duterte diminta jumpa pakar jiwa

Secara Rawak

MANILA: Penyiasat Pertubuhan Bangsa Bersatu (PBB), selain bekas pastor atau pendeta Katolik bersama-sama ahli politik, tersenarai sebagai antara 600 orang yang bakal dicop teroris oleh Presiden Filipina Rodrigo Duterte.

Victoria Tauli-Corpuz pelapor khusus PBB berkaitan hak masyarakat adat pada 2014, dimasukkan dalam petisyen sebagai pemimpin senior pemberontak Maois.

Empat bekas pendeta Katolik dan mantan anggota Kongres Satur Ocampo juga masuk dalam daftar tersebut.

Bagaimanapun memetik CNN, Komisioner Tinggi Hak Asasi Manusia PBB Zeid Ra’ad al-Hussein menyanggah tuduhan teroris oleh Duterte itu khususnya terhadap pegawai PBB itu.

Zeid bahkan menyifatkan Presiden Filipina itu perlu dirujuk untuk diperiksa oleh psikiatri atas tuduhannya itu.

Zeid pada sidang media dilaporkan Reuters Jumaat lepas berkata, Dewan Hak Asasi Manusia tidak dapat membiarkan serangan oleh Duterte itu.

Media Filipina Inquirer sebelum ini melaporkan kerajaan mengajukan petisyen untuk meletakkan Corpuz sebagai teroris bersama Parti Komunis Filipina (CPP) dan sayap Tentara Rakyat Baru bersama 600 individu lain.

Pada Disember lepas, Istana Presiden di Malacanang menyebut Corpuz dan seorang pegawai khas PBB lainnya, Cecilia Jiminez-Damary sebagai berat sebela.

Mereka dituduh berniat memalukan Duterte dengan menyebut status panjang darurat tentera di Mindanao menyebabkan lebih banyak pelanggaran hak asasi manusia berlaku di situ.

Corpuz menepis tuduhan teroris pada dirinya dan mengecam tentera yang mengaitkannya beliau dengan gerakan teroris.

“Saya berhubung dengan peguam saya tindakan yang harus diambil untuk membersihkan nama dan mengambil tindakan terhadap mereka yang yang membahayakan hidup saya,” kata Corpuz. –Sarawakvoice

Ikuti Facebook Kami

Artikel Terbaru