Saturday, December 3, 2022

Terbongkar misteri 90 tompokan batu tersusun di sungai pasca gerhana bulan

Secara Rawak

SUKABUMI: Semalam SV menyiarkan fenomena berdirinya 90 tompokan batu bersusun di tengah-tengah aliran Sungai Cibojong, Kampung Cibojong, Desa Pasirdoton, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Penduduk yang hendak ke sawah pada 10 pagi Khamis, 1 Februari itu dikatakan teruja melihat fenomena aneh tersebut dengan setiap batu bersusun mengandungi puluhan batu besar dan kecil.

Yuni Rusmini di Facebook memviralkan rakaman video tersebut di media sosial dengan catatan: “Secara misterius batu tersusun secara rapi di Sungai Cibojong kurang lebih sekitar 90 batu yang berdiri tegak.”

Sementara, coretan lain di beberapa portal di internet mendakwa tompokan batu tersebut berlaku selepas berlakunya fenomena Super-blood-blue Moon yang berlaku Rabu lepas.

Tempo pula melaporkan peristiwa ditemui pagi Khamis itu didakwa oleh Ketua Informasi dan Konservasi Kebumian Karangsambung Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Edi Hidayat sebagai “perbuatan manusia.

“Menurut saya, ia disusun manusia,” kata Edi.

Edi menafikan arus sungai mampu mengangkut dan menyusun batu seperti itu.

Menurutnya, jika seorang manusia dapat menyusun batu tersebut dalam 10 minit, maka dengan lima orang sahaja, puluhan batu dapat didirikan dalam waktu semalaman.

Edi berani berkata, dasar sungai hanya mendatar dengan ketinggian air tidak sampai 10 sentimeter.

“Kalau airnya lebih tinggi pasti sudah jatuh,” ujarnya.

Manakala laman sesawang radarsukabumi.com pada 1 Februari, awal-awal lagi sudah melaporkan: “Batu-batu itu bukanlah tersusun sendiri atau oleh makhluk ghaib, melainkan perbuatan anak-anak nakal yang mengambil fotonya dan memuat naik (di internet).”

Warga setempat bernama Adan Mardani bersuara, jangan mengaitkan batu tersusun itu dengan mitos, kerana dia tahu benar siapa yang menyusun batu-batu itu.

“Saya melihat anak-anak sedang menyusun batu itu ketika ia (bermula) empat tompokan,” ujar Adan.

Adan menambah, “Awalnya (anak-anak) mahu membuat 100 tompokan, namun batunya hanya cukup untuk 90 tompokan. Jadi jangan dikaitkan dengan hal lain,” ujarnya. — Sarawakvoice

Ikuti Facebook Kami

Artikel Terbaru