Tuesday, May 11, 2021

“Fire and Fury: Inside the Trump White House” tuduh Trump alami masalah jiwa

Mesti baca

SOSOK Donald Trump banyak dibincangkan semasa awal beliau dilantik menjadi Presiden Amerika Syarikat (AS).

Muncul buku berjudul “Fire and Fury: Inside the Trump White House” karya wartawan Michael Wolff, membuka semula persoalan yang menggambarkan Trump sebagai pemimpin tidak sabar, tidak fokus dan suka membebel tanpa hujung pangkal.

Menurut Wolff semasa berpeluang mengakses Rumah Putih, orang di sekitar Trump mula menyedari keadaan Trump yang disifatkan mengalami “jiwa tergelincir”.
Wolff mendakwa Trump, 71, gemar mengulang kalimat yang sama, dikaitkan dengan petanda nyanyuk.

“Awalnya dia mengulang tiga cerita yang sama, kata demi kata, dan ungkapan demi ungkapan dalam 30 minit. Kini, hal itu dia lakukan dalam 10 minit.”

Beberapa pakar psikologi sebelum ini menspekulasi wujud gejala kelainan jiwa dalam perilaku Trump.

Sebelum ini terbit beberapa buku membahas tajuk tersebut, seperti The Dangerous Case of Donald Trump karya Bandy X Lee, Twilight of American Sanity karya Allen Frances serta Fantasyland karya Kurt Andersen.

Timbalan Boleh Ambil Alih Jawatan Presiden

Apakah masalahnya Jika Trump sememangnya dibuktikan mempunyai jiwa bermasalah?

Memetik artikel yang disiarkan di BBC, jika dibuktikan Trump mengalami gangguan jiwa, menurut amandemen ke-25 Konstitusi AS, Trump dapat disingkir dari kerusi presiden.

Seterusnya jawatan Presiden AS boleh diambil alih oleh Timbalan Presiden Mike Pence dengan memulakan proses ambilalihan tersebut.

Secara nyata, Trump sebenarnya tidak dibuktikan secara klinikal mengalami gangguan jiwa kerana etika kedoktoran dan undang-undang tidak membenarkan pendedahan seumpama itu dilakukan.

Namun, pengamatan pelbagai pihak menduga Trump mungkin mengalami serangkaian gejala Penyimpangan Keperibadian Narsistis (NPD).

Buku Fire and Fury: Inside the Trump White House turut melontarkan soalan adakah Trump mungkin mengalami penurunan daya kerja otak?

Sejumlah pakar saraf membandingkan rakaman video Trump pada masa lalu dan masa sekarang dengan mereka menemukan gaya percakapannya total berubah.

Sebelum ini Trump dikatakan bercakap dengan kalimat panjang serta diikuti pemikiran teratur.

Manakala, sekarang Trump menggunakan perkataan lebih pendek dan sedikit, ada kalanya perkataannya melompat.

Sejumlah pakar mengaitkan perilaku tersebut dengan masalah saraf atau alzheimer atau gejala usia lanjut.

Sementara Trump juga terdengar mengucapkan sesuatu secara tidak jelas.

Pemeriksan Kesihatan Pertama Trump

Minggu hadapan, Trump akan menjalani pemeriksaan kesihatan pertamanya semenjak dilantik menjadi Preisden AS.

Pasukan doktor pakar akan menilai keseluruhan kesihatan Trump, adakah beliau sihat atau mengalami masalah kesihatan?

Jurucakap Rumah Putih Sarah Huckabee Sanders, mengecam buku tersebut dan menganggapnya sebagai memalukan.

Sejumlah anggota parlimen Republikan menuding ‘gosip” tersebut sebagai serangan politik.

Trump melalui Twitternya mengecam naratif yang ditulis oleh Wolff dalam bukut tersebut berkaitan dirinya.

Di Twitter, Trump mengaku dirinya sebagai “genius yang stabil”.

….Actually, throughout my life, my two greatest assets have been mental stability and being, like, really smart. Crooked Hillary Clinton also played these cards very hard and, as everyone knows, went down in flames. I went from VERY successful businessman, to top T.V. Star… — Donald J. Trump (@realDonaldTrump) 6 Januari 2018

Respons Trump dan gaya bicaranya di Twitter mendorong netizen semakin menggosip keadaan jiwanya sebagai lagak presiden yang menghidap alzheimer dan memiliki masalah jiwa narsistis.

Trump mengecam buku Wolff sebagai “palsu” dan “penuh kebohongan”.

Sejumlah pembaca turut mempersoalkan sumber buku Wolff! — Sarawakvoice

Secara Rawak

Artikel Terbaru