Friday, September 30, 2022

Surat cinta zaman remaja Obama kepada kekasihnya didedahkan kepada umum

Secara Rawak

JAKARTA: Surat-surat cinta Barack Obama untuk kekasihnya, Alexandra McNear, pada awal 1980-an untuk pertama kalinya didedah kepada umum setelah surat tersebut rasmi menjadi bahagian daripada koleksi perpustakaan Universitas Emory, Amerika Syarikat.

Surat-surat tersebut tidak hanya menjadi tumpahan ekspresi dan perasaanya tentang cinta, tapi juga ras, kelas, dan pergulatan identiti, kata BBC Indonesia.

Seperti yang terkandung dalam surat bertarikh 27 Jun 1983, Obama menulis tentang pergelutan identiti sebagai seseorang yang terlahir daripada ibu yang lahir di Kansas, Amerika, dan bapak dari Kenya.

Indonesia kemudian menjadi bagian daripada kehidupan Obama kerena setelah berpisah, ibunya menikah dengan lelaki Indonesia.

Dalam ucapan yang disampaikan di Universitas Indonesia beberapa tahun lalu, bekas presiden AS itu mengakui: “Indonesia bahagian dari diri saya.”

Ucapan di hadapan para mahasiswa universiti terkemuka negara 250 juta jiwa itu mendapat tepukan.

Dalam ucapan itu, beliau mengimbas kembali kenangan ketika masih kecil tinggal dan belajar di Jakarta, dengan menyebut bagaimana beliau memanggil penjual bakso.

Ketika kecil, Obama sempat menetap di Jakarta pada akhir 1960-an.

Meski Indonesia ia gambarkan sebagai ‘jalan yang pernah ia tapaki dan tak lagi bisa dilalui’, saat berkunjung ke Indonesia pada 2010 dalam kapasiti sebagai presiden Amerika, Obama menggambarkan masa kecilnya yang menyenangkan di Jakarta.

“Kami pindah ke Menteng Dalam, kami tinggal di rumah kecil, ada pohon mangga di depan rumah … saya bermain layang-layang, berlarian di sawah, menangkap capung, membeli sate, bakso dari penjaja di pinggir jalan. Saya bahkan masih ingat bagaimana tukang sate dan bakso menjajakan dagangan mereka. Sate! Bakso! Enak ya?” kata Obama ketika itu.

Ketika  makan angin dan berlibur setelah tidak lagi menjadi Presiden beberapa bulan lalu ke Indonesia, Obama juga makan sate dan nasi goreng.

Meski Indonesia pernah menjadi bahagian daripada hidupnya saat masih kecil, ketika usianya menginjak 20-an tahun, ia merasa tidak dapat menyebut dirinya sebagai bahagian sepenuhnya dari Indonesia.

“Saya tak bisa lancar berbahasa (Indonesia),” tulis Obama.

Kata BBC, ketika berada di Indonesia, bekas presiden AS itu merasa kadang-kadang dihormati tapi juga pada kesempatan lain dicemuh kerana beliau ialah orang Amerika.

Dengan kata-kata ‘yang bermakna dalam dan filosofis’ kepada sang kekasih, Obama menulis, “Yang saya lihat adalah jalan-jalan lama yang samar-samar, rumah-rumah reyot … jalan yang pernah saya tapaki, yang kini tak bisa lagi saya lalui.”

Kata-kata ini ia tulis setelah berkunjung ke Indonesia pada 1983 setelah lulus universiti. – Sarawakvoice

Ikuti Facebook Kami

Artikel Terbaru