JAKARTA: Menteri Luar  Amerika Syarikat, Rex Tillerson, menegaskan Presiden Donald Trump ingin menyelesaikan konfrontasi dengan Korea Utara melalui jalur diplomasi.

“Upaya diplomatik itu akan berterusan sampai bom pertama jatuh,” seperti dijelaskannya kepada CNN.

Ujarnya, kombinasi sekatan dan diplomasi telah membuat adanya persatuan  antarabangsa -yang sebelumnya tidak pernah ada- dalam menghadapi program nuklear Korea Utara.

Bulan lalu, Trump mengatakan kepada Tillerson agar tidak membuang-buang waktu melakukan perundingan dengan rejim Kim Jong-un, lapor BBC Indonesia.

Dalam wawancara dengan CNN,  pada Ahad Tillerson kembali menolak memberi  ulasan tentang adakah dia pernah menyebut Presiden Trump sebagai ‘pandir’.

“Saya tidak mau berurusan dengan urusan kecil seperti itu,” jawabnya dan menambahkan tidak akan ‘menghargai pertanyaan itu dengan jawaban’.

Dalam beberapa bulan belakangan, Korea Utara menentang tekanan antarabangsa dengan melaksanakan enam uji cuba nuklear dan meluncurkan dua rudal yang melewati ruang angkasa Jepun.

“Para pengamat berpendapat negara komunis yang tertutup itu sedang mengembangkan rudal yang mampu membawa hulu ledak nuklear, yang dapat mencapai daratan Amerika Syarikat walau sedang mendapat sekatan PBB,” kata BBC lagi.

Akhir bulan lalu, Tillerson mengungkapkan bahawa Amerika Syarika sedang ‘menjalin hubungan langsung’ dengan Korea Utara dan mengupayakan kemungkinan perundingan.

Ujar BBC lagi, setelah Amerika Syarikat dan Korea Utara saling melancarkan retorik permusuhan selama beberapa waktu, berita tentang kontak langsung tersebut mengejutkan banyak pihak.

Namun, kata BBC lagi, keesokan harinya, Presiden Trump menulis pesan di Twitter, “Simpan energimu Rex, kita harus menempuh yang harus dilakukan.” – Sarawakvoice