Friday, August 12, 2022

Jokowi mulai atur strategi pertahan jawatan Presiden pada 2019

Secara Rawak

JAKARTA:  Penyandang  Presiden Joko Widodo mulai bersiap sedia merencanakan strategi menjelang  pemilihan pilihan raya serentak pada 2019 bagi mempertahankan jawatannya, dan seterusnya boleh menerajui 250 juta rakyat Indonesia.

Jokowi semalam mengingatkan para anggota kabinetnya untuk tidak mengeluarkan  dasar dan rancangan yang mengecewakan rakyat.

“Tahun depan, perlu ingatkan kita sudah masuk tahun politik,” ujar Jokowi seperti dipetik kompas.com, kepada para menteri Kabinet Kerja.

“Saya harapkan menteri tidak membuat dasar baharu yang belum dikonsultasikan kepada rakyat, pada masyarakat, belum melalui kajian dan perhitungan mendalam, sehingga justeru bisa mencetuskan hal-hal yang tidak diinginkan masyarakat dan membuat masyarakat kecewa,” katanya lagi.

Kata akhbar itu, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menilai wajar apabila Jokowi sudah menatap Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019.

Sebab, secara prinsip pemerintahan Jokowi-Jusuf Kala hanya tinggal  11 bulan lagi.

“Ini harus hati-hati. Kerana Ogos tahun depan sudah pengumuman calon presiden,” kata Tjahjo selepas mesyuarat  Kabinet, Selasa.

Pemimpin Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) ini berharap, seluruh menteri Kabinet Kerja dapat ikut mensukseskan Jokowi menuju penggal kedua.

Tempoh maksimum presiden Indonesia ialah dua penggal atau 10 tahun.

Beliau kata akhbar itu lagi, mengharapkan dukungan terutama daripada menteri-menteri yang berasal daripada parti politik pendukung pemerintah.

Jokowi daripada PDI-P saat ini juga didukung oleh Partai Golkar, Partai Nasdem, Partai Hanura, PKB, PAN, dan PPP.

“Waktu kan makin pendek menjelang 2019. Yang penting bagi presiden meningkatkan prestasinya dalam sisa waktu dua tahun ini,” katanya.

Jokowi sebelum ini ialah Gabenor Jakarta yang popular, dan diangkat menjadi calon oleh PDI-P. – Sarawakvoice

Ikuti Facebook Kami

Artikel Terbaru