Friday, December 2, 2022

Meski tewas, Ahok terima 1,000 jambangan bunga, dikunjungi ramai warga Jakarta

Secara Rawak

JAKARTA: Meski kalah dalam pemilihan Presiden Rabu lalu, namun Ahok tidak kurang  sokongan, kasih sayang dan penghargaan daripada warga kota 11 juta jiwa itu.

Buktinya, begitu ramai warga mahu bertemu dengan gabenor Jakarta itu, dengan sada yang memberi bunga sebagai tanda penghargaan dan tanda simpati.

Dianggarkan jumlah karangan bunga mencapai 1, 000 unit. Karangan bunga itu terus berdatangan sejak Jumaat.

Selain jambangan bunga, sekitar 500 pengunjung Balai Kota  datang untuk bertemu Ahok.

Beberapa pengunjung  memakai baju kotak-kotak, seragam kempen Ahok-Djarot saat mengikuti pemilihan.

Mereka terus bernyanyi lagu “Maju Tak Gentar”.

Mereka juga kerap menyerukan nama Ahok berkali-kali.

Ratusan karangan bunga dan begitu ramai warga kota yang sanggup berbaris untuk bertemu beliau  disifatkan pemerhati dan media sebagai pengakuan sekali gus ekspresi rasa terima kasih atas kerja keras Ahok.

Ahok dikenal sebagai seorang yang gigih, tekun, bereani, tegas tetapi lantang dan celopar.

Tetapi sesungguhnya, Jakarta dengan 1001 masalah dan isu yang membelitnya perlukan sosok dan pemimpin tegas dan berani seperti Ahok yang terkenal dengan prinsipnmya menentang rasuah.

Partai Solidaritas Indonesia mengirimkan sejambangan bunga untuk Ahok yang menarik perhatian pengunjung Balai Kota DKi, Pejabat Gabenor Jakarta pada Rabu.

“Satu kekalahan seribu bunga merekah. Terima kasih Ahok,” begitu bunyi tulisan di karangan bunga berukuran 4×12 meter itu.

Karangan bunga berwarna merah dan putih itu terentang di depan pagar luar Balai Kota DKI. Sebab, tidak ada lagi tempat sesuai untuk meletak karangan bunga di dalam kompleks Balai Kota.

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia Grace Natalie berkata, tulisan pada karangan bunga itu memiliki makna yang dalam.

“Ahok boleh kalah, tapi seribu orang baik lainnya akan muncul memimpin Indonesia,” kata  Grace Natalie.

Banyaknya karangan bunga untuk Ahok, kata Grace seperti dikutip tempo.com  belum pernah dalam sejarah politik Indonesia. – Sarawakvoice

Ikuti Facebook Kami

Artikel Terbaru