Friday, October 7, 2022

Jokowi mungkin lantik semula menteri yang digugurkan sebulan lalu

Secara Rawak

JAKARTA: Petanda bahawa Presiden Joko Widodo bakal mengangkat kembali Arcandra Tahar  yang digugurkan sebagai menteri baru-baru ini menjadi Menteri Tenaga dan Sumber Daya Mineral (ESDM) semakin jelas.

Setiba di tanah air, selepas mengikuti rangkaian KTT G-20 dan KTT Asean, Joko yang lebih dikenali sebagai Jokowi dikatakan akan memanggil Menteri Undang-undang dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly, untuk membahaskan soal kewarganegaraan Arcandra.

Sebelum itu, sejumlah petanda berkaitan pelantikan semula kembali Arcandra  sebagai Menteri muncul daripada pernyataan beberapa orang menteri, kata tempo.com.

Arcandra telah digugurkan sebagai menteri tidak sampai sebulan selepas dilantik baru-baru ini disebabkan isu dwikewarganegaraan.

Beliau didapati turut memegang status sebagai warganegara Amerika.

Menteri Yasonna menyatakan bahwa Arcandra sudah kehilangan kewarganegaraan Amerika Syrikat sejak 15 Ogos 2016, dan kini beliau ialah warganegara Indonesia.

“Sudah disetujui Kementerian Luar Negeri Amerika dan ia mendapatkan Certificate of Loss Nationality,” kata Yasonna setelah bermesyuarat dengan Jawatankluasa Undang-undang DPR pada 7 September lalu.

Menteri Penyelaras Maritim, Luhut  Binsar Pandjaitan yang memangku tugas Menteri ESDM, melontarkan pujian untuk Arcandra di hadapan Jawatankuasa VII Dewan Perwakilan Rakyat, yang membidangi masalah tenaga dan sumber daya mineral di gedung DPR, Senayan, Jakarta pada 1 September.

“Ia memuji tindakan yang dilakukan Arcandra selama 20 hari menjabat Menteri ESDM,” kata portal itu.

Arcandra, kata Luhut, telah melakukan percepatan anggaran 2016. Selain itu, katanya, Arcandra juga menekan biaya perjalanan operasi hingga 15 persen dari rencana kerja dan anggaran untuk 2017. “Jelas sangat mengefisienkan anggaran,” ujarnya.

Wakil Presiden Jusuf Kala mengatakan Arcandara berpeluang menjawat sebagai Menteri ESDM lagi setelah ditetapkan sebagai warganegara Indonesia.

“Segala macam tentu ada kemungkinan. Kemungkinan ada. Pasti,” kata Kalla, kepada media, di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, 8 September 2016.

Ketika ditanya lebih lanjut mengenai kemungkinan itu, Kalla hanya menjawab singkat. “Waduh, saya bukan peramal,” ucapnya.

Ia menegaskan bahawa kepastian itu ada di tangan Presiden Jokowi, kerana itu adalah prerogatif Presiden.

Ketika menjadi pembicara pada diskusi publik “Membangun Kedaulatan Energi” di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, 8 September, Arcandra menyatakan bahawa kelautan tenaga merupakan Nawa Cita Presiden Jokowi ke-7. “Ini yang harus dilakukan oleh menteri karena menteri tidak punya visi misi pribadi,” katanya.

Arcandra berkata, kelautan tenaga dapat membangun kemandirian bangsa.

“Kelautan energi dilakukan dengan mengeksporasi dan mengeksplorasi bahan tambang, mineral, minyak, mahupun gas,” katanya. – Sarawakvoice

Ikuti Facebook Kami

Artikel Terbaru