Sunday, August 14, 2022

Jumlah orang miskin bertambah di Jakarta

Secara Rawak

JAKARTA: Gabenor Jakarta Basuki Tjahaja Purnama  atau Ahok berkata jumlah orang miskin di ibu kota Indonesia itu meningkat pada bulan Mac lalu, mengaitkan peningkatan itu dengan peningkatan nilai dolar Amerika  dan inflasi.

“Kemiskinan pasti meningkat karena begitu dolar dan inflasi naik, pendapatan pasti turun,” kata Ahok seperti dipetik Tempo.com.

Basuki Tjahaja Purnama_0001

Hal tersebut, kata  beliau yang lebih dikenali sebagai Ahok mempengaruhi tingkat penghasilan masyarakat.

Menurut Badan Pusat Statistik  Jakarta  yang diumumkan pada Isnin, jumlah penduduk miskin di Jakarta pada Mac 2016 mencapai 384,300  orang atau 3.75 persen. Angka tersebut naik dibandingkan dengan September 2015 yang mencapai 368,670 orang atau 3.61 persen.

Untuk itu,  pihak berkuasa berupaya dengan memberikan subsidi terhadap pengangkutan bagi warga Jakarta.

Jakarta, kota paling sesak di Indonesia mempunyai sekitar 11 juta penduduk.

Sebab, kata Ahok, faktor  peningkatan kemiskinan meningkat di Jakarta adalah mahalnya belanja untuk  pengangkutan, perumahan, pendidikan dan kesihatan, termasuk tempat kerja.

Ahok berkata  akan memberikan subsidi daging bagi pemilik Kad Jakarta Pintar (KJP). “Supaya anak-anak KJP dapat zat yang baik. Itu juga bisa ratusan juta,” ujar Ahok.

Selain itu, Ahok berkata akan menerapkan subsidi silang dan memanfaatkan sumbangan tambahan daripada pemaju untuk membiayai pembangunan prasarana. – Sarawakvoice.com

Basuki Tjahaja Purnama_0000

Ikuti Facebook Kami

Artikel Terbaru