Jurugambar digigit Komodo miliki racun berbisa

JAKARTA: Seorang jurugambar dari Singapura, Loh Lee Aik, 68 tahun, digigit hewan purba Komodo (varanus komodoensis) di Desa Komodo, Nusa Tenggara Timur, Rabu.

Menurut Kepala Bidang Humas Polda Nusa Tenggara Timur Jules Abraham Abast, Jules digigit pada bahagian betis. 

“Korban digigit saat memotret seekor Komodo sedang memangsa bangkai kambing,” kata Jule seperti dipetik tempo.com. 

Hingga kini, Lee Aik masih menjalani rawatan perubatan.


Peneliti dari Universiti Melbourne Australia, Dr Bryan Fry dalam penelitiannya yang diterbitkan pada 2009  berkta, Komodo ialah reptilia berbisa yang boleh membawa maut.

Rahsia kemampuan membunuh mangsa dari Komodo, ternyata terletak pada kombinasi kekuatan gigitannya dan racun berbisa yang dikeluarkan ribuan kelenjar di gusinya, yang dikeluarkan bersamaan dengan gigitan.

Terdapat ribuan kelenjar kompleks di antara deretan giginya yang mempunyai kemampuan mengeluarkan bisa beracun yang mematikan.

“Reptilia ini biasanya menggigit mangsanya, dan kemudian meninggalkan mangsa yang berdarah hingga mati akibat luka yang mematikan. Kami sekarang tahu bahawa itu disebabkan oleh kombinasi kekuatan gigi dan kelenjar berbisa yang mematikan mangsa,” ujar Dr Fry.

“Kombinasi gigitan dan bisa  racun ini membuat Komodo sedikit melakukan kontak dengan mangsanya, ia cukup melukai dan menyeburkan racun, kemudian meninggalkannya,” ujar Dr Fry.

Setelah digigit, mangsa biasanya juga mengeluarkan darah sebanyak-banyaknya. – Sarawakvoice