Warga Malaysia diculik di Indonesia

JAKARTA: Penculikan Ling-Ling, yang berasal dari Johor di Batam, diduga kerana penculik menuntut  wang tebusan.

Menurut Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian Republik Indonesia, Boy Rafli Amar, penculik meminta wang tebusan 5 juta dolar Singapura atau sekitar Rp 50 miliar.

“Informasi sementara, ada dugaan motif ekonomi,” kata Boy semalam seperti dipetik tempo.com.

Boy berkata, pihaknya bersama-sama polis Malaysia terus menyelidiki motif utama penculikan Ling-Ling.

Penculikan itu dilakukan warganegara Malaysia dan Indonesia. 

Boy beralasan, motif ekonomi menjadi petunjuk awal penculikan yang dilakukan enam warganegara Malaysia dan enam warganegara Indonesia.

Menurut Boy, Ling-Ling ialah isteri pengusaha besar di Johor. Ia berkata, mangsa sudah diculik sejak 21 Februari 2017.

Penculikan saat itu dilakukan enam warga Malaysia. Namun, setelah menculik, kata tempo.com lagi, mereka membawa korban ke Tamiyang, Batu Aji, Batam, yang merupakan daerah terpencil. 

Boy berkata, Ling-Ling dibawa ke Indonesia melalui pelabuhan tikus di Semenanjung Selat Melaka. Berkat kerjasama polis Malaysia dan Indonesia, Ling-Ling dapat ditemukan dan enam warga Indonesia yang  menjadi suspek terlibat penculikan ditangkap.

Boy menjelaskan keenam-enam warga Indonesia hingga kini masih disiasat, sedangkan Ling-Ling segera diserahkan kepada polis Malaysia.

Ujar Boy, ketika ini, polis Indonesia dan Malaysia sedang memburu seorang suspek yang diduga sebagai menjadi dalang penculikan. Menurutnya, ada satu nama yang menjadi buruan, iaitu Wak Lan, warga Malaysia yang menjadi otak penculikan. “Kami masih bekerja keras menangkap Wak Lan,” kata Boy seperti dipetik portal berkenaan. – Sarawakvoice

Leave a Reply