Adegan kejam di rumah mewah sehingga enam orang mati di dalam kamar mandi

JAKARTA:  Rompakan menggemparkan dan kejam  sehingga mengorbankan enam orang  di dalam kamar mandi di rumah Dodi Triono, Jalan Pulomas Utara Jakarta Timur, pada 26 Desember 2016, terakam  dengan jelas dalam kamera pengintai (CCTV)  di rumah tersebut.

Kepada wartawan,  semalam polis menunjukkan segmen-segmen video yang memperlihatkan perlakukan keji para perompak terhadap mangsa.

Berikut ini ialah adegan-adegan seperti digariskan oleh portal dan media di sini.

https://www.youtube.com/watch?v=6nvzJpcDmwY

Pertama,  Ridwan Sitorus alias Ius Pane, perompak pertama masuk ke dalam rumah, mengiring Yanto, pemandu keluarga  terbabit ke ruang tengah.

Ramlan Butar-butar dan Erwin menyusul masuk. Para perompak lalu mengeluarkan senjata tajam.

Di ruang tengah rumah itu,  nampak Dianita Gemma, anak ketiga Dodi, Amalia, teman Gemma serta Santi, pembantu Dodi.

Kemudian mereka diminta berkumpul lalu dimasukkan ke dalam tandas bersama-sama dengan pembantu lainnya, Emi, Fitriyani dan Windy.

Tandas itu berukuran 1.5 x 1.5 meter dan tanpa ventilasi udara.

Selepas itu, Ius mengajak Santi ke tingkat dua  rumah berkenaan untuk menunjukkan kamar-kamar. Di situ, Ius bertemu Zanette Kalila, anak kedua Dodi dan membawanya ke bawah.

Dia kembali ke atas dan menemukan Diona Arika, anak tertua Dodi. Dia membawa Diona turun juga lalu dimasukkan ke dalam tandas sama. Dalam rakaman, nampak Ius menyeret dan memukul Diona ketika menuruni tangga.

Kemudian Ius membawa Gemma untuk menunjukan kamar Dodi. Kepada polis, dia mengaku mengambil wang sebanyak  Rp1 juta dan jam tangan.

Pemandu Dodi, Tasrok tiba di rumah. Dia dibawa masuk ke rumah oleh Alfins Sinaga yang bertugas memantau situasi.

Oleh Ramlan, dia ikut dimasukkan ke tandas.

Komplotan Ramlan Cs selesai mengambil barang pada  jam 2.42 petang.

Tidak lama kemudian, lapornya lagi, Dodi datang menggunakan kereta.

Dia langsung ditodong senjata oleh Ramlan Cs dan ikut dimasukkan ke dalam tandas.

Komplotan itu meninggalkan lokasi setelah sempat menggeledah kereta yang digunakan Dodi.

Keesokan harinya pukul 10.00, sebelas penghuni rumah Dodi yang terkurung di kamar mandi, baru dapat diselamatkan.

Enam orang mati dan lima lainnya perlu dirawat kerena sesak nafas dan trauma.

Polis akan mengadakan lakon semula pra-kes rompakan  di rumah milik Dodi pada hari ini.

“Prarekonstruksi ini akan melibatkan tiga suspek, yakni Erwin Situmorang, Alfins Bernius Sinaga, dan Ridwan Sitorus alias Ius Pane,” kata tempo.com. – Sarawakvoice